PENGUNJUNG BLOG

Cari Blog Ini

Minggu, 22 Juni 2014

KELANGKAAN SDM EKONOMI

KELANGKAAN SUMBER DAYA EKONOMI
Untung menghasilkan barang kebutuhan manusia memerlukan bahan-bahan yang berupa sumber daya, misalnya untuk membuat pakaian manusia memerlukan kain, benang, kancing, mesin jahit, tenaga manusia, tempat yang digunakan untuk berkerja. Teryata sumber daya untuk menghasilkan barang kebutuhan terbatas jumlahnya jika dibandingkan dengan besarnya kebutuhan manusia. Menurut ilmu ekonomi keterbatasan sumber daya untuk menghasilkan barang kebutuhan itu disebut kelangkaan (scarcity).
Secara umum penyebab timbulnya kelangkaan adalah :
a.      Jenis barang tertentu masih jarang atau sedikit.
b.      Barang-barang kebutuhan tidak tersedia berlimpah dan siap pakai.
c.       Terbatasnya kemampuan seseorang.
d.      Keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup tidak terbatas, semestara barang atau alat pemenuhan kebutuhan yang tersedia terbatas.
Kelangkaan atau keterbatasan mendorong manusia melakukan suatu tindakan yang di wajudkan dengan cara memilih penyediaan alat-alat kebutuhan yang sesuai dengan urutan kepentingannya (skala prioritas). Barang yang lebih penting untuk dipenuhi mendapat prioritas utama. Selanjutnya disusun kebutuhan lainnya sesuai dengan urutan kepentingan. Hal-hal yang perlu diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan skala prioritas adalah :
a.      Tingkat Urgensinya.
b.      Kesempatan yang Dimiliki.
c.       Pertimbangan Masa Depan
d.      Kemampuan Diri


PASAR

PASAR
Pasar merupakan bagian dari kegiatan ekonomi, memiliki beberapa pengertian, yaitu sebagai berikut :
a.      Pasar merupakan tempat pertemuan antara pedagang (pedagang besar atau pedagang eceran) dengan pembeli (konumen).
b.      Pasar adalah tempat terjadinya penawaram dan permintaan terhadap suatu barang/jasa tertentu.
c.       Pasar adalah tempat terjadinya transakasi jual belu dari berbagai macam jenis barang/jasa.
d.      Pasar adalah tempat terbentuknya harga barang/jasa setelah terjadinya tawar menawar.
Dari beberapa pengertian pasar di atas dapat disimpulkan bahwa pasarr adalah sarana bertemunya pembeli dan penjual baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli.
Syarat-syarat terjadinya pasar :
a.      Adanya penjual dan pembeli.
b.      Tersediannya barang/jasa yang diperjual belikan.
c.       Terjadinya transaksi antara penjual dan pembeli.
Fungsi-fungsi Pasar :
a.      Fungsi Distribusi
Pasar sebagai alat distribusi berfungsi mendekatkan jarak antara produsen dengan konsumen dalam melakukan transaksi.
b.      Fungsi Pembentuk Harga
Pasar merupakan tempat peremuan antara penjual dan pembeli untuk melakukan tawar harga suatu barang sehingga terjadi kesepakatan harga.
c.       Fungsi Promosi
Pasar sebagai fungsi promosi adalah pasar merupakan tempat atau sarana untuk memperkenankan hasil produksi kepada para konsumen.
Peranan Pasar
a.      Peranan pasar bagi produsen :
1.      Untuk memperkenalkan hasil produksi secara langsung.
2.      Untuk memasarkan hasil produksi.
3.      Untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan untuk proses produksi.
4.      Untuk mengembangkan/meningkatkan usaha produksi.
5.      Untuk memudahkan mendapatkan tenaga kerja.
b.      Peranan Pasar bagi konsumen :
1.      Untuk mengenal  berbagai macam hasil produksi.
2.      Untuk mendapatkan atau membeli alat pemenuhan kebutuhan.
c.       Peranan pasar bagi sumber daya manusia :
1.      Membuka lapangan kerja atau mengurangi pengangguran.
2.      Menerapkan kemampuan dan keterampilan.
d.      Peranan pasar bagi pembangunan :
1.      Untuk mendapatkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pembangunan.
2.      Merupakan sumber pendapatan bagi pemerintah daerah.
3.      Mendapatkan alat-alat pertania, bibit unggul, pupuk dan lain-lain yang dibutuhkan oleh para transmigran.
Jenis-jenis Pasar
Dalam ilmu ekonomi terdapat berbagai jenis pasar yang dikelompok berdasarkan berbagai sudut pandang, yaitu sebagai berikut :
a.      Berdasarkan sifat/wujud barang dan cara penyerahannya
1.      Pasar konkret atau pasar nyata
Pasar konkret pasar dimana barang yang diperjual belikan benar-benar ada penjual pembeli bertemu langsung. Ciri-cirinya adalah :
a.      Barang-barang yang diperjualbelikan benar-benar ada/nyata.
b.      Penjual dan pembeli bertemu secara langsung.
c.       Transaksi dilakukan dengan tunai.
d.      Barang yang dibawa/diambil pada saat itu juga.
Contoh : pedagang asongan, warung, toko, pasar induk, supermarket.
2.      Pasar Abstrak atau pasar tidak nyata.
Pasar abstrak adalah pasar yang memperjual belikan barang-barang yang secara fisik tidak terlihat (tidak nyata) atau hanya berupa contoh-contoh yang kualitasnya standar.
Ciri-ciri pasar abstrak adalah :
a.      Barang diperjual belikanm belum ada/hanya contoh.
b.      Transaksi dilakukan dalam partai besar.
c.       Penjual dan pembeliu berada ditempat yang berbeda dan berjauhan jaraknya.
d.      Transaksi dilandasi oleh rasa saling percaya.
Contoh : Bursa efek Surabaya, pasar uang, bursa tenaga kerja dan pasar tembakau Indonesia di Bremen.
b.      Berdasarkan luas wilayah kegiatan
1.      Pasar lokal adalah pasar yang daerah pemasarannya hanya meliputi daerah tertentu saja.
Contoh : sayur mayur, ikan, lauk pauk, buah buahan
2.      Pasar Nasional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi wilayah satu negara atau bangsa tertentu.
Contoh : pasar modal dan pasae tenaga kerja
3.      Pasar Regional adalah pasar yang daerah pemasarannya meliputi beberapa negara pada suatu wilayah tertentu.
Contoh : pasar bebas, pasar pupuk di Asia Tenggara
4.      Pasar Internasional adalah pasar yang wilayah pemasarannya mencakup wilayah dunia.
Contoh : pasar wol di Sydney, pasar kopi di Santos Brasil serta pedagangan minyak dan gas bumi.
Barang-barang yang diperdagangkan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a.      Tahan lama dan tidak cepat rusak
b.      Berkualitas tinggi dan terjamin
c.       Dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh dunia
c.       Berdasarkan organisasi pasar/strukturnya
Makna dari organisasi pasar adalah hubungan antara penjual dan pembeli di pasar.
1.      Pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat banyak penjual dan banyak pembeli, sehingga baik penjual maupun pembeli tidak dapat menentukan harga sendiri.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
a.      Penjual dan pembeli banyak
b.      Barang yang diperjual belikan bersifat homogen
c.       Penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar tanpa hambatan
d.      Pengetahuan penjual dan pembeli tentang pasar sempurna
2.      Pasar persaingan tidak sempurna
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang dikuasai oleh satu atau beberapa penjual, dimana jumlah penjual lebih sedikit dari jumlah pembeli.
Ciri-ciri pasar tidak sempurna :
a.      Jumlah barang sedikit
b.      Barang yang diperjual belikan bersifat heterogen
c.       Terdapat hambatan untuk memasuki pasar
d.      Pengetahuan pembeli tentang pasar terbatas





KEWIRAUSAHAAN

KEWIRAUSAHAAN
Istilah enterpreneur atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan istilah kewirausahaan sudah dikenal orang dalam sejarah ilmu ekonomi sebagai ilmu pengetahuan sejak tahun 1775. Seorang keturunan Perancis yang bernama Richard Cantillon dianggap sebagai orang pertama yang menggunakan istilah enterpreneur (wirausaha). Cantillon menyatakan seorang enterpreneursebagai orang yang membayar harga tertentu untuk produk tertentu, kemuadian dijual dengan harga yang tidak pasti, sambil membuat keputusan-keputusan tentang upaya mencapai dan memanfaatkan sumber-sumber daya dan merima resiko berusaha (the risk of enterprise).
Enterpreneurtidak bisa lepas dari teori maupun konsepsi yang digunakan oleh Schumpeter dalam bukunya The Theory of Economic Development (1961) yang mengatakan bahwa enterpreneurmerupakan kombinasi ekonomi baru yang terbentuk dari lima komponen, yaitu :
a.      Dihasilkannya produk-produk baru.
b.      Dihasilkannya fungsi-fungsi produk baru yang menyebabkan makin rendahnya input untuk menghasilkan produk tertentu.
c.       Pembukaan segmen pasar baru.
d.      Pemakaian sumber-sumber material baru.
e.      Beroganisasi.
Sementara itu Jose Carlos Jarillo Mosi (Thoby Mutis, 1995:18) mengatakan bahwa “Kewirausahaan adalah seorang yang mempunyai peluang, lalu mengejar peluang-peluang yang sesuai dengan dirinya, dan percaya bahwa kesuksesan merupakan sesuatu yang bisa dicapai”. Kewirausahaan pada hakikatnya adalah sifat, ciri-ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Seperti yang dikemukakan oleh Peter Drucker bahwa “Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk mencipatakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different thing)”.
Meridith dalam Hendar dan Kusnadi (1999:160) mempunyai pendapat lain. Para pengusaha mempunyai ciri dan watak yang berlainan dengan individu kebanyakan. Ciri-ciri dan watak tersebut adalah sebagai berikut :
a.      Mempunyai kepercayaan yang kuat pada diri sendiri.
b.      Berorientasikan pada tugas dan haasil yang didorong oleh kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi pada keuntungan, mempunyai intelektual dan ketabahan, mempunyai tekad kerja keras, dan mempunyai energi inisiatif
c.       Mempunyai kemampuan dalam mengambil resiko dan mengambil keputusan-keputusan secara cepat dan cermat.
d.      Mempunyai jiwa kepemimpinan, suka bergaul dan menanggapi saran-saran dan kritikan.
e.      Berjiwa inovatif, kreatif, tekun.
f.        Berorientasi ke masa depan.
Ahli lain, seperti M. Scarborough  dan Thomas W. Zimmerer (Suryana, 2003:14) mengemukakan delapan karakteristik, yang meliputi aspek-aspek berikut ini :
a.      Desire for resposibility, yaitu memiliki rasa tanggung jawa atas usaha-usaha yang dilakukannya.
b.      Preference fir moderate risk, yaitu lebih memilih risiko yang moderat, artinya ia selalu menghindari risiko, baik yang terlalu rendah maupun risiko yang terlalu tinggi.
c.       Confidence in their ability to success, yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil.
d.      Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera.
e.      High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik.
f.        Future oreintation, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasian sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
g.      Value of achievement over money, yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang.
Adapun menurut vernon, ciri-ciri kewirausahaan adalah sebagai berikut :
a.      Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri.
b.      Kemampuan untuk mengambil resiko.
c.       Kemampuan untuk belajar dari pengalaman.
d.      Memotivasi diri sendiri.
e.      Semangat untuk bersaing.
f.        Orientasi pada kerja keras.
g.      Percaya pada diri sendiri.
h.      Dorongan untuk berprestasi.
i.        Tingkat energi yang tinggi dan tegas.
j.        Yakin pada kemauan sendiri.
k.       Tidak suka uluran tangan dari oemerintah atau pihak lain di masyarakat.
l.        Tidak tergantung pada alam dan berusaha untuk tidak menyerah pada alam.
m.    Mempunyai jiwa kepemimpinan.

n.      Berorientasi ke masa depan.

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

KEGIATAN EKONOMI ANTAR NEGARA
Perdagangan Internasional
Kegiatan jual beli barang atau jasa yang dilakukan antara dua negara atau lebih untuk memenuhi kebutuhan bersama.
Sebab-sebab terjadinya perdagangan internasional
a.       Adanya perbedaan faktor-faktor produksi antara lain :
-          Sumber daya alam (SDM)
-          Sumber daya manusia (SDM)
-          Teknologi yang dikuasai suatu negara
-          Iklim dan kesuburan tanah
-          Modal yang dimiliki
-          Jumlah penduduk
b.      Kelebihan hasil produksi
c.       Tidak semua kebutuhan di dalam negeri dapat dipenuhi oleh hasil produksi didalam negeri
d.      Perbedaan pola kosumsi yang disebabkan oleh :
-          Tingkat pendapatan
-          Selera masyarakat
-          Budaya dan adat istiadat
e.      Adanya manfaat yang dipoeroleh dari perbedaan harga
Manfaat Perdagangan Internasional
a.       Dapat memperoleh barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri didalam negeri
b.      Dapat menambah perolehan devisa bagi negara pelaku perdangan internasional
c.       Dapat menyebabkan terjadinya alih teknologi dari negara maju ke negar berkembang
d.      Dapat memperluas pasar bagi barang hasil produksi dalam negeri
e.      Terjadinya kerjasama antar negara dan arus pertukaran barang antar negara
f.        Terjadinya arus ekspor dan impor yang akan menambah pendapatan negara
g.       Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas ekonomi nasional
h.      Mempererat persahabatan antara negara yang melakukan perdagangan internasional
Hambatan-hambatan dalam Perdagangan Internasional
a.       Faktor dari dalam negeri :
1.       Rendahnya mutu tenaga kerja (SDM).
2.       Rendahnya tteknologi dan pengusaan.
3.       Rendahnya mutu komoditas ekspor.
4.       Sistem pemasaran yang kurang baik.
5.       Distribusi yang lemah.
6.       Adanya peraturan/birokrasi yang kurang mendukung.
b.      Faktor dari luar negeri :
1.       Adanya kebijakan potensi yang ditetapkan oleh suatu negara, misalnya :
·         Menaikan tarif bea masuk untuk membatasi masuknya barang impor.
·         Campur tangan pemerintah dalam mengatur dan menetapkan penggunaan devisa.
·         Adanya kuota impor (pembatasan jumlah masuknya barang impor tertentu ke suatu negara dengan tujuan melindungi produksi dalam negeri).
·         Adanya larangan impor.
·         Adanya diskriminasi harga.
·         Kebijakan subsidi impor.
2.       Adanya perbedaan mata uang satu negara dengan negara lain.
3.       Pembayaran anatar negara sulit dan beresiko besar.
4.       Adanya perang dan resesi ekonomi.
5.       Pelaksanaan ekspor ekspor yang memakan waktu lama, sehingga barang sering rusak dalam perjalanan.
6.       Negara berkembang sulit mengembangkan perdagangannya karena hasil produksinya bergantung pada alam dan kurangnya modal yang dimiliki.
Jenis-jenis Kebijakan dalam Perdagangan Internasional
a.       Kebijakan dalam bidang ekspor
1.       Subsidi
Dalam kebijakan ini pemerintah memberi subsidi/keringanan biaya kepada perusahaan untuk memperoduksi barang-barang atau jasa yang dibutuhkan didalam negeri. Dengan demikian biaya produksi dapat ditekan sehingga produk dalam negeri menjadi lebih murah dan dapat bersaing dengan produk luar negeri.
2.       Dumping
Kebijakan yang menetapkan harga jual barang diluar negeri lebih murah dibandingkan harga didalam negeri. Tujuan kebijakan ini untuk mengusai pasar luar negeri.
3.       Diskriminasi Harga
Penetapam harga yang berbeda dengan tujuan negara yang berbeda. Diskriminasi harga dapat terjadi karena adanya perang tarif.
b.      Kebijakan dalam barang impor
1.       Larangan Impor
Larangan ini kenakan pada jenis barang tertentu dengan tujuan untuk melindungi industri didalam negeri. Dengan demikian barang-barang produksi dalam negeri terlindungi dari serbuan barang impor sejenis.
2.       Kuota
Pembatasan terhadap barang impor tertentu selam kurun waktu tertentu.
3.       Bea Masuk Impor
Penetapan bea masuk yang tinggi terhadapa barang impor sehingga harga impor menjadi nmahal dan komsumen lebih menyukai barang hasil produksi dalam negeri.




Perbedaan Perdangan Dalam Negeri dengan Perdagangan Internasional
a.       Perdagangan dalam negeri
1.       Berlangsung dalam satu wilayah negara
2.       Alat pembayaran sama/satu jenis mata uang.
3.       Cara pembayaran dapat secara langsung.
4.       Prosesnya mudah karena penjual dan pembeli dapat langsung bertemu.
5.       Mutu barang relatif tidak meningkat, karena barang disesuaikan dengan harga.
b.      Perdagangan Internasional
1.       Berlangsung secara internasional.
2.       Alat pembayaran tidak dapat secara langsung yaitu dengan menggunakan wesel internasional, atau telegraphic transfer.
3.       Prosesnya lebih rumit karena penjual dan pembeli berada di negara yang berbeda.
4.       Mutu barang harus memenuhi standar mutu tinggi atau standar internasional.
Kegiatan Ekspor dan Impor
a.       Ekspor
Semua kegiatan menjual atau memasarkan barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Makin banyak barang dan jasa yang diekspor, makin besar devisa yang diperoleh negara.
Usaha-usaha untuk meningkatkan ekspor antara lain :
1.       Diversifikasi ekspor adalah meningkatakan nilai ekspor dengan memperbanyak macam barang ekspor.
2.       Pemberian fasilitas kepada eksportir misalnya menurunkan pajak ekspor, pemberian kredit dengan bunga rendah.
3.       Pengendalian harga di dalam negeri.
4.       Menciptakan iklim usaha yang kondusif.
5.       Melakukan devaluasi.
6.       Mengadakan perjanjian antar negara/internasional.
7.       Meningkatkan daya saing komoditas ekspor
8.       Menggalakkan promosi dagang di luar negeri melalui IPTC (Indonesian Trade Promotion Centre : Pusat Promosi Dagang Indonesia) yang ada diberbagai negara.
Barang-barang yang terpenting dari Indonesia, antara lain :
1.       Hasil pertanian dan perkebunan, antara lain : karet, kelapa sawit, kopi, teh, kopra, tembakau, lada, dll.
2.       Hasil hutan, antara lain : kayu, damar, kerajinan rotan, dan lain-lain.
3.       Hasil perikanan dan pertenakan, antara lain : ikan segar, udang, rumput laut, sapi, babi, dll.
4.       Hasil tambang, antara lain : minyak bumi dan hasilnya, gas bumi, timah, nikel, aluminium, bauksit, tembaga, dll.
5.       Hasil industri, antara lain : pakaian jadi, serat tiruan, tekstil, semen, kayu lapis, batik, hasil kerajinan tangan, meubel dll.
6.       Hasil jasa, antara lain : pelabuhan, bandara, pariwisata, perbankan, dll.

b.      Impor
Kegiatan mendatangan barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi dari dalam negeri. Biasanya pemerintah membatasi impor untuk melindungi industri didalam negeri dengan mengeluarkan kebijakan antara lain :
1.       Menetapkan atau menaikkan tarif/pajak impor.
2.       Larangan impor barang-barang tertentu, teruta,am barang yang sudah diproduksi di dalam negeri secara berlebihan dengan tujuan melindungi produksi didalam negeri yang disebut juga proteksi.
3.       Adanya kuota impor yaitu membatasi masukknya jumlah barang tertentu ke dalam negeri.
4.       Melakukan devaluasi.
5.       Menyempurnakan sistem impor menetapkan harga patokan impor.
6.       Membina pengusaha didalam negeri agar memproduksi barang-barang yang masih diimpor.
Alasan suatu negara melakukan impor, antara lain :
1.       Tidak dapat menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan karena tidak punya bahan mentah.
2.       Tidak dapat menghasilkan barang-barang biasa yang lebih rendah daripada harga barang impor.
3.       Negara tersebut tidak dapat memproduksi barang dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Keuntungan-keuntungan pemerintah melakukan kebijakan pembatasan impor, antara lain :
1.       Mendorong majunya industri di dalam negeri untuk dapat bersaing dengan barang-barang impor.
2.       Mengurangi ketergantungan terhadap produksi luar negeri.
3.       Menyimbangkan neraca perdagangan.
4.       Menambah percaya diri terhadap kemampuan bangsa.
Barang-barang impor Indonesia yang paling utama adalah sebagai berikut :
1.       Bahan industri dan barang kosumsi seperti : susu, gandum, mentega, makanan dalam kaleng, bahan farmasi.
2.       Bahan baku yang dipergunakan dalam produksi sseperti : kapas, benang tenun, komponen untuk perakitan kendaraan bermotor.

3.       Barang modal seperti : mesin-mesin penggerak, alat-alat berat untuk pekerjaan umum, kapal, senjata, perlengkapan TNI/POLRI, kereta api, pesawat terbang, alat-alat olahraga, mesin-mesin industri, dll.
Powered By Blogger