PENGUNJUNG BLOG

Cari Blog Ini

Minggu, 06 April 2014

Terapan Komputer Perbankan

.      Pengertian Bank
Bank berasal dari bahasa Italia yaitu Banca yang berarti tempat penukaran uang. Secara umum pengertian bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan yang umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjam uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.
Sedangkan pengertian bank menurut undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuj simpanan dana dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan : menghimpun dana, menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito. Biasanya sambil memberikan balas jasa yang menarik seperti bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat agar lebih senang menabung. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya doberikan untuk mendukung kelancaran kegiatam utama tersebut.
2.      Jenis-Jenis Bank
Menurut Undang-undang Pokok Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, jenis perbankan menurut fungsinya terdiri dari :
·         Bank Umum
Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secar konvesional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu juga dengan wilayah operasinya dapat dilakukan diseluruh wilayah.

·         Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatam usaha secara konvesional atau berdasarkan prinsip syariah yang kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran artinya disini kegiatan BPR jauh lebih sempit dibandingkan dengan kegiatan bank umum.




Jenis Bank dilihat dari Segi Kepemilikannya
Ditinjau dari segi kepimilikan maksudnya adalah siapa yang memiliki bank tersebut. Kepemilikan ini dapat dilihat dari akte pendirian dan pengusahaan saham yang dimiliki bank yang bersangkutan. Jenis bank tersebut adalah sebagai berikut :
·         Bank Milik Pemerintah
Akte maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh perintah pula, bank milik pemerintah antara lain :

Bank Negara Indonesia 46 (BNI)
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Bank Tabungan Negara (BTN)

Sedangkan bank milik pemerintah daerah (Pemda) terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing Provinsi antara lain :

BPD DKI Jakarta
BPD Jawa Barat
BPD Jawa Tengah
BPD Jawa Timur
BPD Sumatera Utara
Dan BPD Lainnya

·         Bank Milik swasta Nasional
Bank jenis ini seluruh atau sebagian besarnya dimiliki oleh swasta nasional serta akte pendiriannya pun didirikan oleh swasta begitu pula pembagian keuntungan untuk keuntungan swasta pula, bank swasta nasional antara lain :

Bank Muamalat
Bank Central Asia
Bank Bumi Putra
Bank Danamon
Bank Duta

·         Bank Milik Koperasi
Kepimilkan saham-saham bank ini dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hukum koperasi. Contoh : Bank Umum Koperasi Indonesia

·         Bank Milik Asing
Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik swasta maupun pemerintah asing. Jelas kepemilikan dimiliki oleh pihak luar negeri. Contoh Bank Asing antara lain :


Deutche Bank
American express Bank
Bank of America
Bank of Tokyo
Bangkok Bank
Hongkong Bank

·         Bank milik Campuran
Kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh waarga negara Indonesia. Contoh bank campuran antara lain :

Bank Sakura Swadarma
Bank Finconesia
Mitshubishi Buana Bank
Interpacifik Bank

Teknologi Sistem Informasi (TSI) Perbankan
1.      Perkembangan Teknologi Komputer di Perbankan
Semakin majunya teknologi di dunia transaksi perbankan pun mulai menggunakan teknologi berbasis komputer untuk mempermudah transaksi dengan nasabah, yang tadinya melayani nasabah dengan harus bertemu/bertatap muka datang ke cabang-cabang bank yang disediakan oleh bank yang dia gunakan untuk menabung/infertasi menjadi lebih mudah karena bank mulai menggunakan teknologi berbasis komputer dan sekarang bisa langsung mengakses lewat internet bahakan dengan mobile “Handphone” dengan SMS sudah banyak diterapkan oleh bank. Dalam dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa seperti : Adanya transaksi berupa Transfer uang via mobile maupun via teller. Adanya ATM (Auto Teller Machine) pengambilan uang secara cash secara 24 jam. Penggunaan Database di bank-bank. Sinkronisasi data-data pada Kantor Cabang dengan Kantor Pusat Bank. Dengan adanya jaringan komputer hubungan atau kominikasi kita dengan klien jadi lebih jemat, efiesien dan cepat. Contoh : email, teleconference.
Sedangkan dirumah dapat berkomunikasi dengan pengguna lain untuk menjalin silaturahmi (chatting), dan sebagai hiburan dapat digunakan untuk bermain game online, sharing file. Apabila kita mempunyai lebih dari satu komputer, kita bisa terhubunng dengan internet melalui satu jaringan, contohnya : Seperti warnet atau rumah yang memiliki banyak kamar dan terdapat setiap komputer didalamnya. Pada dunia perbankan, perkembangan teknologi informasi membuat para perusahaan mengubah strategi bisnis dengan menempatkan teknologi sebagai unsur utama dalam proses inovasi produk dan jasa. Seperti halnya pelayanan electronic transaction (e-banking) melalui ATM, phone banking dan Internet Banking misalnya, merupakan bentuk-bentuk baru dari pelayanan bank yang mengubah pelayanan traksaksi manual menjadi pelayanan transaksi yang berdasarkan teknologi.
2.      Kriteria pemilihan Teknologi Perangkat Lunak Perbankan
Lembaga keungan di Indonesia, termasuk bank, sudah lebih cepar dan intensif dibandingkan sektor atau jenis industri lainnya dalam menerapkan teknologi komputer dalam memberikan pelayanan ke nasabah. Jasa-jasa ini meliputi pembayaran komputerisasi (pemindahan dana melalui komputer dengan fasilitas jaringan komunikasi datanya) jasa penyetoran dan pengambilan dana secara otomatis melalui ATM atau berbagai jenis kartu plastik, home banking dan internet banking serta fasilitas lainnya. Beberapa contoh jenis teknologi komputer tersebut diantaranya Mesin Automatic Teller Machine (ATM), berbagai jenis kartu kredit, Point of Sales (POS), electronic fund transfer system, dan otomatisasi kliring. Fungsi teknologi Informasi (TI) telah mengalami perubahan dan perkembangan pesat pada decade terkahir ini. Fungsi TI yang semakin khusus mendorong setiap bank untuk membentuk bagian, departemen, atau unit kerja khusus tersendiri. Walaupun struktur tersebut tergantung pada berbagai faktor misalnya skala bisnis dan beban kerja, tetapi unit kerja tersebutmencerminkan 2 aspek kegiatan yaitu aspek pengembangan teknologi dan aspek operasional.
Fasilitas pengolahan data yang tersedia di bank saat ini merupakan hasil kemajuan teknologi dan kebutuhan untuk menjalankan operasi secara sistematis dan baik sesuai dengan aliran masuk dan keluar dana bank. Fasilitas tersebut berfungsi untuk menangani,memilih, menghitung, menyusun, melaporkan, dan mengirimkan informasi. Jadi pengguna TI di bank dimaksudkan adalah untuk meningkatkan efektifias dan efesiensi pengeolaan data kegiatan usaha perbankan sehingga dapat memberikan hasil yang akurat, benar, tepat waktu, dan dapat menjamin kerahasiaan informasi (sesuai peraturan Bank Indonesia).
                Fungsi TSI yang tepat tidak terlepas dari kreteria pemiloihan jenis teknologi yang akan digunakan oleh bank. Sistem aplikasi komputer yang digunakan dibidang perbankan harus bisa mengakomodasikan semua kebutuhan bank dan sesuai dengan ketentuan otoritas moneter (saham hal ini adalah Bank Indonesia). Hal ini memerlukan pemilihan software komputer mengingat jenis software yang ditawarkan dipasar relatif banyak. Secara umum pemilihan ini berdasarkan kesesuaian antara kapasitas bank dengan fasilitas atau kemampuan software yang akan dipilih sehingga investasi yang dikeluarkan benar0benar efektif dan memberikan nilai tambah terhadap bank. Sebagai contoh : Bank yang relatif kecil, misalnya Bank Perkreditan Rakyat atau BPR kurang relevan bila menggunakan system aplikasi komputer yang menyediakan fasilitas transaksi dalam valuta asing atau pengolaan giro. Hal ini mengingatkan bahwa BPR tidak boleh melakukan transaksi dalam valuta asing dan tidak ikut dalam lalu lintas pembayaran giral.
                Penggunaan software tersebut menjadi tidak efesien dan biaya investasinya lebih besar dibandingkan dengan nilai tambah yang dihasilkannya. Kreteria pemilihan sofware komputer perbankan yang baik sesuai dengan kebutuhan bank secara umum berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut : Kemampuan dokumentasi atau Penyimpanan Data jenis dan klarifikasi data bank yang relatif banyak harus bisa ditampung oleh software yang akan digunakan, termasuk pertimbangan segi keamanan datanya. Jumlah nasabah serta frekuensi dan jumlah transaksi harian yang besar memrlukan memori komputer yang besar, selain itu memerlukan keccepatan prossesor yang tinggi juga. Sebagai contoh Bank BPR kurang efisien jika menggunakan mesin besar, misalnya AS/400 dalam operasional karena kapasitasnya dan cakupan geografis BPR biasanya relatif kecil. Keluwesan (Flexibility) Operasional bank selalu berkembang dengan kebutuhan yang berubah-ubah dan bertambah dikemudian hari walaupun informasi dasarnya tetap sama. Kondisi ini bisa harus diantisipasi oleh perangkat lunak komputer sampai batas-batas tertentu. Setiap bank mempunyai sistem dan prosedur yang mungkin berbeda meskipun data atau informasi yang diolahnya sama.
                Perangkat lunak komputer yang fleksibel dapat digunakan oleh dua bank yang kapasitasnya sama tetapi sistem dan prosedurnya berbeda. Sistem keamanan sebagai lembaga kepercayaan masyarakat (agent os trusth), bank memerlukan sistem keamanan yang handal untuk menjaga kerahasiaan data atau keuangan nasabah, serta mencegah penyalahgunaan data atau keuangan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Software komputer perbankan yang baik harus menyediakan fasilitas pengendalian dan pengamanan tersebut. Kemudahan penggunaan (user friendly) pengertian mudah dioperasikan bukan berarti setiap pemakai (user) bisa mengakses ke software tersebut tetapi petugas yang memang mempunyai kewenangan mudah mengoperasikan proses yang menjadi tanggung jawabnya. Tahap input, proses dan output yang dilakukan oleh softwaretersebut tidak menjadi penghambat dalam kegiatan perbankan secara keseluruhan.
                Bank memerlukan laporan-laporan yang lengkap dan jelas tersebut terutama dalam proses pemeriksaan (audit) atau penyajian laporan yang bisa dimengerti oleh pihak-pihak yang berkempentingan dengan harapan keuangan setiap bank menjadi lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Aspek pemelihara kinerja software perbankan diharapkan relatif stabil selama bank beroperasi.
Jenis-jenis E-Banking
1.       Automated Tellet Machine (ATM)
Terminal eletronik yang disediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setorab, cek saldo, atau pemindahan data.
2.       Computer Banking
Layanan bank yang biasa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
3.       Debit (or Check) Card
Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point of sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
4.       Direct Deposit
Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer eletronik. Dana ditransfer langsung kesetiap rekening nasabah.
5.       Direct payment (also Elecronic Bill Payment)
Salah satu bentuk pemyaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar taguhan melalui transfer dana eletronik. Dana tersebut secara elektronik ditrasfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginiasiasi setiap transaksi direct payment.
6.       Electronik Check Convesion)
Proses konvensi informasi yang tertuang dalam cek (nomor rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar dilakukan pemindahan dana eletronik atau proses lebih lanjut.
7.       Electronic Fund Transfer (EFT)
Pemindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.
8.       Payroll Card
Salah satu tipe “stored value card” yang diterbitkan oleh pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayarannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
9.       Preauthorized Debit
Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk meengotorisasi pembayaran rutin otomastis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tanggal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembaran tertentu.
10.   Prepaid Card
Salah satu tipe stored value card yangmenyimpan nilai moneter didalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai ke penerbit kartu.
11.   Smart Card
Yang didalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprossesor sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan atau melakukan proses untuk tujuan tertentu.
12.   Stored Value Card
Kartu yang didalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter yang diisi melalui pembaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja.
Prinsip Penerapan E-Banking dan M-Banking
Elecronic Banking (e-banking) merupakan suatu aktifitas layanan perbankan yang menggabungkan antara sistem informasi dan teknologi, e-banking meliputi phone banking, mobile banking, dan internet banking. E-bangking didenifisikan sebagai penghataran otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran komunikasi interraktif. E-banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu maupun bisnis.
Contoh-contoh E-Banking yang diterapkan dalam sebuah Bank :
1.       ATM (Automated Teller Machine) atau Tunjangan Tunai Mandiri
Saluran e-banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunya kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam pengembangannya, fitur semakin bertambah memungkinkan melakukan pemindahan bukuan antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik, dan telepon).
2.       Phone Banking
Saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan populer telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomer akses khusus via HP bertarif panggilanflat dari manapun nasabah berada.
3.       Internet Banking
Termasuk saluran teranyar e-Bangking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking informasi jasa/produk bank.
Saluran ini pada dasarnya evolusi lebin lanjut dari Phone Banking yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (kartu kredit,, listrik dan telepon) dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantu pada akses yang dapat diberikan bank.
Dibaliknya kemudahan e-Banking tersimpan pula resiko, untuk itu diperlukan pengamanan yang baik. Lazimnya ATM, nasabah diberikan kode rahasia pribadi (PIN), sedangan untuk Phone Banking, Internet Banking, SMS/M-Banking diberikan kode pengenal (useried) dan PIN.



Sumber :








                

Kamis, 03 Oktober 2013

Sistem Informasi Akuntansi



Definisi Sistem Informasi Akuntansi

Sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Biasanta dibuat untuk menanganisesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
Informasi adalah data yang berguna untuk diolah sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Karateristik informasi yang realible harus memenuhi syarat relevan waktu, akurat dan lengkap.
Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasil kan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengenalikan, dan mengoperasikan bisnis.
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangi segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntasi. Akuntansi  sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk oleh SIA pada sebuah organisasi antara lain :
·        Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
·        Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
·        Melakukan kontrol secara tept terhadap aset organisasi.
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi non keuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transakasi keuangan.
SIA terdiri dari 5 subsistem :
·        Sistem Pengeluaran (expenditure system)
Segala peristiwa yang berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis yang diperlukan oleh perusahaan, baik berupa barang atau jasa, baik pemasok atau dari luar maupun karyawan didalam perusahaan.
·        Sistem Pendapatan (revenue system)
Berhubungan dengan penjualan barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan mendapatkan pembarayaran dari mereka.
·        Sistem Produksi (production system)
Berhubungan dengan pengumpulan, penggunaan dan pengubahan bentuk suatu sumber ekonomi.
·        Sistem Manajemen Sumber Daya (recourse management system)
Meliputi peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan manajemen dan pengedalian sumber daya seperti investasi dan aktiva tetap (fasilitas).
·        Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan (general ledger and financial accounting).

Manfaat Sistem informasi akuntasi :
·        Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efisien.
·        Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan.
·        Meningkatkan efisiensi.
·        Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
·        Meningkatkan sharing khowledge.
·        Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan.
Dan juga memiliki tujuan :
·        Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari (to support the day to the day operations).
·        Mendukung pemngambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers).
·        Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung jawaban (to fulfill obligations relating to stewardship).

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Menurut Ahli :
1.     Wilkinson dan Carullo (1995), pengertian sistem informasi akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain. Untuk merubah transaksi keuangan/akuntasi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari para pengguna atau pemakainya (user).
2.     George H. Bodnar dan William S. Hopwood dalam bukunya yang telah diterjemahkan oleh Jusuf, A.A (1996) pengertian informasi akuntansi adalah “Kumpulan sumber daya, seperti : manusia dan peralatan, yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi akuntasi”.
3.     Menurut Mulyadi (2001) mendenifisikan, “sistem akuntasi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengolaan perusahaan”.
4.     Menurut Niswoger, Fess & Warren diterjemahkan oleh Ruswinarto (1995) “Sistem akuntasi adalah suatu saran bagi manajemen perusahaan guna mendapatkan informasi yang akan digunakan untu mengelola perusahaan dan untuk menyusun laporan keuangan bagi pemilik, kreditor, dan pihak lain yang berkepentingan”.
5.     Menurut Baridwan (1998) “Sistem akuntasi terdiri dari formulir-formulir, catatan-catatan, prosedur dan alat-alat yang digunakan untuk mengelola data mengenai suatu usaha kesalahan ekonomis dengan tujuan untuk menghasilkan umpan balik dalam bentuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen untuk mengawasi usaha-usahanya dan bagi pihak lain yang berkenpentingan seperti megang saham.

Menjelaskan Peran yang dimainkan oleh Sistem Informasi Akuntansi dalam rantai Nilai.
Akuntan sebagai salah satu profesi dapat bekerja di suatu perusahaan swasta maupun di pemerintahaan atau mendirikan suatu perusahaan. Jika akuntan mendirikan perusahaan, akuntan tersebut disebut akuntan publik (public acountant) yang pekerjaannya adalah mengaudit laporan keuangan perusahaann sebagai pihak yang indenpenden dah hasilnya berupa pendapat atas laporan keuangan tersebut. Jika bekerja didalam perusahaan swasta/pemerintahan, akuntan tersebut disebut akuntan pribadi (privati acountant).
Pekerjaan/tugas/fungsi yang dapat dilakukan oleh seorang akuntan didalah salah satu perusahaan adalah sebagai berikut :
·        Controller
·        Treasurer (bendaharawan)
·        Tax specialist (spesialis pajak)
·        Financial Analyst (analisis keuangan)
·        Cost acountant (akuntan biaya)
·        General acountant (akuntan umum)
·        Information system (sistem informasi)
·        Budgeting specialist (spesialis anggaran)
·        Internal auditor (pemeriksa internal)
Ada tiga peran dalam sistem informasi akuntansi adalah sebagai user, desiger, dan auditor. Sebagai user atau pemakai sistem, akuntan harus bisa memastikan bahwa sistem baru berisi ciri-ciri (features) yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaan/tugas/fungsinya dalam organisasi. Dengan kata lain, para akuntan harus memberikan gambaran yang jelas tentang kebutuhan mereka kepada para profesional/spesealis sistem yang merangcang sistem mereka. Karena itu, akuntan sebagai pemakai sistem harus mengetahui bagaimana sistem yang dikembangkan, teknik-teknik yang digunakan dalam pengembangan sistem , dan teknologi yang akan digunakan pada sistem baru. Salah satu faktor keberhasilan/kesuskesan dalam perancangan suatu sistem, informasi adalah dengan melibatkan pemakai sistem tersebut. Akuntan sebagai pemakai sistem informasi akuntansi harus dilibatkan dalam perancangan sistem karena akunta mempunyai pengetahuan mengenai prinsip-prinsip akuntansi, prinsip-prinsip pengauditan, teknik-teknik sistem informasi dan metode pengembangan sistem. Pernacangan sistem merupakan upaya kolaborasi antara akuntan dengan profesional/spesialis sistem. Akuntan bertanggung jawab untuk sistem konseptualnya sedangkan profesional/spesialis sistem betanggung jawab untuk sistem fisiknya.

Fungsi Dari Sistem Informasi Akuntansi
Fungsi dasar dari sistem informasi akuntansi :
1.     Mengumpulkan dan menyimpan data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efisien dah efektif.
·        Menengkap data transaksi pada dokumen-dokumen sumber.
·        Mencatat data transaksi kedalam jurnal-jurnal, dimana catatan tersebut dibuat secara kronologis dari apa yang telah terjadi.
·        Posting data dari jurnal-jurnal ke buku besar, yang mengikat data dengan jenis rekening.
2.     Menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan bagi manajemen. Dalam sistem manual, informasi ini disediakan dalam bentuk laporan kedalam dua kategori :
·        Laporan keuangan
·        Laporan manajerial
3.     Menyediakan pengedalian internal yang memadai (cukup). Memastikan bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem adalah handal dan dapat dipercaya.
Memastikan bahwa aktivitas bisnis yang dilakukan efisien dan sesuai denga tujuan manajemen.
Mengamankan (menjaga) kekayaan organisasi/perusahaan, termasuk data.
Fungsi Subsistem dasar dalam Sistem Informasi Manajemen :
·        Siklus pendapatan : mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan dalam bentuk tunai.
·        Siklus pengeluaran : mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang tunai.
·        Siklus penggajian : mencakup sumber daya manusia mencakup kegiatan mengontrak dan menggaji pegawai.
Tujuan Pengendalian Intenal Sistem Informasi Akuntansi
Pengendalian intern itu meliputi sturktur organisasi dan semua cara-cara serta alat-alat yang dikoordinasikan yang digunakan didalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan, memeriksa ketelitiaan dan kebenaran data akuntasi, memajukan efisiensi didalam usaha, dan membantu mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Definisi di atas menunjukan bahwa sistem pengendalian intern yang baik itu akan berguna untuk :
1.     Menjaga kemanan harta milik suatu organisasi.
2.     Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntasi.
3.     Memajukan efisiensi dalam operasi.
4.     Membantu menjaga agar tidak ada yang menyimpang dari kebijakan manajemen yang telah itetapkan lebih dahulu.



Kamis, 11 Oktober 2012

PENGANTAR SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER




PENGANTAR SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Para manajer selalu menggunakan informasi untuk melaksanakan tugas-tugas mereka, sehingga subyek manajemen informasi bukanlah suatu hal yang baru. Yang baru adalah kemudahan memperoleh informasi yang akurat dan mutakhir. Inovasi yang memungkinkan kemampuan ini adalah komputer elektronik. Organisasi menjadi sadar bahwa informasi adalah suatu sumber daya yang penting secara strategis , dan komputer dapat mengolah sumber daya tersebut. Informasi adalah salah satu jenis utama sumber daya yang tersedia bagi manajer. Informasi dapat di kelola seperti halnya sumber daya yang lain, dan perhatian pada topic ini bersumber dari pengaruh. Pertama, bisnis telah menjadi semakin kompleks, dan yang Kedua, komputer telah mencapai kemampuan yang terbaiknya.
                Output informasi dari komputer digunakan oleh para manajer, non-manajer, serta orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkup perusahaan. Manajer berada disemua tingkat organisasial perusahaan, dan dalam semua area fungsional. Manajer melaksanakan berbagai fungsi dan peran. Dan untuk berhasil, manajer memerlukan keahlian dalam komunikasi dan pemecahan masalah. Manajer perlu mengerti komputer (computer literate), tetapi yang lebih penting, mereka perlu mengerti informasi (information literate).
                Perusahaan-perusahaan membentuk suatu organisasi jasa informasi yang terdiri dari para spesialis informasi untuk menyediakan keahlian dalam pengembangan system yang berbasis komputer. Para spesialis ini mencangkup analisis system (system analysts), pengelola database (database administrator), spesialis jaringan (network specialist), programmer dan operator. Dalam beberapa tahun terakhir, para pemakai telah mulai melakukan sebagian besar pekerjaan para spesialis  - suatu fenomena yang di sebut end-user computing.

1.     PERHATIAN PADA MANAJEMEN INFORMASI
Para manajer memberikan perhatian yang semakin besar pada menajemen informasi pada tahun-tahun terakhir ini karena dua alas an utama. Pertama, kegiatan bisnis telah menjadi semakin kompleks. Kedua, komputer telah mencapai kemampuan yang semakin baik.

a.       KOMPLEKSITAS KEGIATAN BISNIS YANG MENINGKAT
Bisnis memang selalu kompleks, tetapi sekarang ini lebih kompleks dari pada sebelumnya. Semua perusahaan terkena pengaruh ekonomi internasional dan bersaing dalam pasar internasional, teknologi bisnis semakin kompleks, batas waktu untuk bertindak semakin singkat, dan terdapat pula kendala-kendala social.
·         Pengaruh Ekonomi Internasional perusahaan-perusahaan besar maupun kecil semua terkena pengaruh ekonomi yang dapat bersumber dari Negara bagian mana pun. Pengaruh tersebut dapat terlihat pada nilai relative mata uang dari setiap Negara.
·         Pesaingan Dunia perusahaan-perusahaan besar tidak lagi bersaing dalam wilayah geografisnya sendiri. Sebaliknya persaingan terjadi pada skala dunia. Dampak dari persaingan ini dapat terlihat pada impor dari luar negeri.
·         Kompleksitas Teknologi yang Meningkat setiap hari kita melihat dari berbagai contoh teknologi bisnis bar code scanners di pasar swalayan, system pemesanan penerbangan berbasis komputer, automated teller mechine , dan closed circuit television digedung-gedung. Juga terdapatbanyak teknologi di belakang layar.
·         Batas Waktu yang Singkat semua tahap operasi bisnis sekrang ini dilaksanakan melalui telepon (telemakerting) untuk menghubungi pelanggan meraka dalam beberapa detik, perintah penjualan dikirim secara elektronik dari satu komputer ke komputer lainnya.
·         Kendala-kendala Sosial tidak semua tekanan mendukung produksi , sebagaian malah mendorong non-produksi. Hal ini nyata pada produk dan jasa yang tidak diinginkan masyarakat. Keputusan-keputusan bisnis harus didasarkan faktor-faktor ekonomis, tetapi keuntungan dan biaya social harus juga di pertimbakan.

b.      KEMAMPUAN KOMPUTER YANG SEMAKIN BAIK
Dalam hal dan kecepatannya, komputer-komputer tahun 1950-an dan 1960-an tampak seperti dinasaurus dari Jurassic Park. Komputer-komputer ini ditempatkan dalam ruangan besar, dan hanya boleh disentuh oleh para spesialis komputer perusahaan. Para pemakai tidak dapat pernah berhubungan langsung dengan perangkat keras, tetapi pengaturan seperti ini dirasa cocok oleh para pemakai. Umumnya, pemakai tidak tahu cara menggunakan komputer dan takut untuk belajar.
        Para pemakai sekarang, sebaliknya, sangat mungkin memiliki terminal kerboard  atau komputer mikro diruangan mereka. Banyak komputer mikro yang dihubungkan dengan komputer –komputer lain dalan satu jaringan. Bukan hanya komputer yang tersedia, para pemakai tahu cara menggunakaan nya.
        Para pemakai sekarang tidak memandang komputer sebagai sesuatu yang istimewa tetapi sebagai bagian peralatan kantor yang dibutuhkan, seperti halnya meja,telepon atau mesin photo copy.

2.     SIAPAKAN PARA PEMAKAI NYA??
Awalnya , pemakain output  komputer adalah pegawai administrasi di bagian akuntansi, yang komputer nya melaksanakan aplikasi seperti pembayaran gaji, pengelolaan, penyediaan, dan penagihan. Sebagai informasi juga disediakan bagi para manajer, tetapi hanya sebagai produk sampingan dari aplikasi akuntansi. Gagasan untuk menggunakan komputer sebagai suatu system informasi manajemen (SIM), merupakan trobosan besar, karena menyadari kebutuhan para manajer akan informasi untuk pemecahan masalah. Saat perusahaan mengjangkau konsep SIM, mereka mulai mengembangkan berbagai macam aplikasi yang secara khusus diarahkan untuk mendukung manajemen.
Tetapi tidak hanya manajer yang memperoleh manfaat dari SIM . Non-manajer dan staff ahli juga menggunakan output-nya. Para pemakai juga berada di luar perusahaan. Para pelanggan menerima faktur dan laporan, para pemegangsaham menerima cek deviden.
Kita ketahui bahwa pemakai komputer meliputi :
·         Manajer
·         Non-manajer
·         Orang-orang dan organisasi-organisasi dalam lingkupan perusahaan

a.       DIMANA TERDAPAT MANAJER
Perlu disadari bahwa para manajer ada di berbagai tingkat dan dalam berbagai cara fungsional di dalam perusahaan.
Tingkat-tingkat Manajemen Manajer pada tingkat tertinggi hirarki organisasi, seperti direktur dan para wakil direktur, sering disebut berada pada :
·         Tingkat perencanaan strategis (strategic planning level), isitilah ini menunjukan pengaruh yanh ditimbulkan keputusan-keputusan yang tersebut pada seluruh organisasi.
·         Tingkan pengendalian manajemen (management control level), yang bermakna tanggung jawa untuk melaksaankan rencana dan memastikan tercapainya tujuan. Manajer tingkat bawah mengcakup kepala department, penyedia(supervisor), dan pemimpin proyek.
·         Tingkat pengendalian  operasional (operational control level), yaitu tempat berlangsungnya operasi perusahaan.
Istilah eksekutif  sering digunakan untuk menggambarkan seseorang manajer pada tingkat perencanaan strategis. Dibeberapa perusahaan, direktur dan sejumlah direktur.
Area Fungsional disamping berbagai tingkat organisasi tersebut manajer terdapat dalam berbagai area fungsional perusahaan, dimana sumber-sumber daya dipisahkan menuru pekerjaan yang dilakukan.
b.      APA YANG DILAKUKAN PARA MANAJER
Walau tampak perbedaan yang jelas antara berbagai tingkatan manajemen dan area fungsional, semua manajer melakanakan fungsi-fungsi yang sama dan memainkan peranan yang sama. Fungsi-fungsi manajemen seorang ahli teori manajemen kebangsaan Perancis, Henry Fayol , menyatakan lima fungsi manajem yang utama yaitu :
·         Merencanakan (planning)
·         Mengorganisasian (organize)
·         Menyusun staf (staff)
·         Mengendalian (controlling)
·         Mengarahkan (direct)


c.       KEAHLIAN MANAJEMEN
Seorang manajer yang berhasil harus memiliki banyak keahlian, tetapi ada dua yang mendasar komunikasi dan pemecahan masalah. Manajer.
·         Keahlian komunikasi manajer menerima dan mengirim kan informasi dalam bentuk lisan atau tertulis. Komunikasi tertulis meliputi laporan, surat, memo,  electronic mail  dan terbitan berkala. Komunikasi lisan terjadi saat rapat, saat menggunakan telepon atau voice mail.
·         Keahlian pemecahan masalah  kita mendeifisikan pemecahan masalah (prolem solving) sebagai semua kegiatan yang mengarahkan pada solusi permsalahan. Masalah yang biasa dianggp sebagai sesuatu yang selalu buruk, karena sangat sedikit yang menganggap masalah sebagai suatu untuk meraih kesempatan.
Selama proses pemecahan masalah, manajer terlibat dalam pengembalian keputusan (decision making), yaitu tindakan memilih dari berbagai alternative tindakan.
d.      PENGETAHUAN MANAJEMEN
Istilah “mengerti (literacy)”  digunakan untuk menggambarkan dua jenis pengetahuan yang merupakan kunci untuk menggunakan komputer.
·         Mengerti komputer pengetahuan mengenai komputer yang berfungsi di masa kini disebut mengerti komputer
·         Mengerti informasi selain mengerti komputer, manajer modern perlumengerti informasi. Mengerti informasi (information literacy) meliputi pengertian bagaimana menggunakan informasi pada tiap tahap dari procedure pemecahan masalah.

3.     ORGANISASI JASA INFORMASI
Para spesialis informasi  kita menggunakan istilah spesialis informasi (information specialist) untuk menggambar pegawai perusahaan yang sepenuh waktu bertanggung jawab mengembangakan dan memelihara system berbasis komputer. Ada lima golongan utama spesialisis informasi : analisis system (system analist), pengelola database (database administrator), spesialis jaringan (network specialist), programmer dan operator.
·         Analisis Sistem berkerja sama dengan pemakai pemngembangan system baru dan memeperbaiki system yang ada sekarang.
·         Pengelola database bekerja sama dengan pemakai dan analisissistem bagi pemakai . Database adalah suatu kumpulan data komputer yang terintregrasi, diatur dan disimpan menurut suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali.
·         Spesialis Jaringan bekerja sama dengan analisis system dan pemakai membentuk jaringan jaringan komunikasi data yang menyatukan berbagai sumber daya kompiuter yang tersebar.
·         Progammer menggunakan dokumentasi nya yang disiapkan  oleh analisis system untuk membuat kode instruksi-instruksi yang menyebabkan komputer mengubah data menjadi informasi yang diperlukan.
·         Operator mengoperasikan peralatan kompiuter berskala besar seperti konputer mainframe dan komputer mini.

4.     KECENDRUNGAN MENUJU END USER COMPUTING
Para spesialis informasi tidak selalu berperan serta dalam pengembangan system berbasis komputer yang berpengaruh besar pada penggunakan komputer. Kecendrungan ini adalah meningkatnya minat pemakai dalam pengembangan aplikasi kompuer mereka sendiri. Nama yang diberikan untuk situasi ini adalah end-user computing. End User sinonim dengan pemakai menggunakan produk akhir system berbasis komputer. Jadi, end user computing (EUC) adalah perkembangan seluruh atau sebagaian system berbasis komputer.

APA YANG MENDORONG END USER COMPUTING
End user computing berkembang karena empat pengaruh
·         Meningkatnya pengetahuan tentang Komputer, dampak dari program program komputer dari tingkat bawah dan universitas sangat terasa.
·         Antrian Jasa Informasi, selalu memiliki lebih banyak pekerjaan daripada yang dapat mereka tangani.
·         Perangkat Keras yang Murah, pada periode yang sama pasar dibanjiri oleh komputer makro yang murah. Para pemakai dapatmemperoleh perangkat keras mereka sendiri dengan cara memesan.
·         Perangkat Lunak Jadi, perusahaan-perusahaan perangakat perangakat keras (hardware) dan perngkat lunak (software) keduanya memproduksi perangkat lunak yang mampu malaksanakan tugas-tugas akuntasi dasar maupun informasi.

5.     MENGELOLA CBIS
Seiring berkembangnya CBIS, manajer merencanakan siklus kehidupan dan mengatur para spesialis informasi yang terlibat. Setelah penerapan, manajer mengendalikan CBIS untuk memastikan bahwa siste, tersebut menyediakan dukungan yang diharapkan. Saat manajer memilih untuk memanfaatkan dukungan spesialis informasi. Kedua belah pihak berkerja sama untuk mengindentifikasi dan mendenifisikan masalah. Mengindentifikasi dan mengevaluasi alternative pemecahan, memilih yang terbaik, merakit peraangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai, menciptakan database, dan menjaga kemuktakhiran system.

Selasa, 08 Mei 2012

Kesan dan Saran

Kesan saya selama belajar di LabIntDas sangat menyenangkan, walaupun sedikit aneh dan terkejut melihat keadaan sekitar dalam  LabIntDas. Bagi Saya terutama dengan tutor Arrum yang mengasikan dengan cara pengajarannya dan pelajaran yang berguna dan mengingat kembali pada saat pertama kali belajar komputer dan mengenal internet.Pesan saya untuk  LabIntDas  di mohon agar memperhatikan/mengganti komputer yang layak untuk mendukung atau menfasilitasi dalam belajar di  LabIntDas , sehingga semua mahasiswa khususnya bisa menikmati suasana dan fasilitas yang nyaman dalam belajar komputer di  LabIntDas .

S E O

TIPS AND TRICK 
SEARCH ENGINE OPTIMALIZATION (SEO)

     Akhirnya setelah lama vacum dan tidak pernah melakukan perawatan di site ini, untuk pemula ini akhirnya disela-sela waktu yang ga ada senggangnya saya mencoba untuk menuliskan beberapa artikel yang berhubungan dengan promosi online di internet atau umumnya disebut dengan seo (optimasi website). Belajar seo, sangat umum dan saya sering sekali mendengar kata itu, tapi apa sih sebenarnya yang haru dipelajari agar bisa cepat menguasai tekhnik-tekhnik seo yang jitu dan mujarab. Saya akan mencoba membahas apa saja yang harus dikuasai bagi pemula, minimal bisa menerapkan seo yang baik untuk web baru yang sudah dibuat, jadi siapkan dahulu bahan-bahannya seperti: koneksi internet dan website yang belum dioptimasi.
Basic format
Langsung saja, format dasar seo sebenarnya terletak di: Title/Judul halaman, Meta, yang dibagi menjadi dua yakni meta keyword dan meta description. Sedangkan di Body yang perlu diperhatikan adalah penulisah heading (<H1>, <H2>, <H3>) dan seterusnya, karena penulisan heading sangat berpengaruh dalam proses seo. Sebaiknya gunakan heading dengan ‘bijak’, yakni <H1> sebaiknya untuk judul utama, <H2> untuk sub menu dan seterusnya. Pengaruhnya lumayan dasyat dan hasilnya pun optimal. Hanya dengan menerapkan basic format ini, saya kira semua syarat dari search engine sudah terpenuhi. Memang sih akan ada banyak lagi yang harus dikerjakan, tapi yang penting kan basicnya harus benar dulu.
     Pemilihan Keyword tahap ini sebenarnya tahap yang paling sulit, karena ditahap ini anda akan mendapatkan tantangan besar untuk menentukan keyword apa yang cocok untuk web anda. Tapi gak perlu takut untuk mencoba, karena master seo pun masih mencoba-coba dalam menentukan keyword apa yang cocok, namun tidak asal coba. Semua itu harus ditentukan dengan tools yang khusus dipakai untuk menentukan keyword. Pakai saja yang gratis, yakni tools yang dipakai untuk google adword, karena tools itu bisa memberikan hasil yang optimal. Tips untuk memilih keyword yakni jangan menggunakan keyword yang lagi populer dan banyak diperebutkan, sebaiknya hindari itu dari pada anda akan cepat putus aza.
Backlink & Blog walking
     Ini yang penting. Saya gak perlu menjelaskan ini lebih rinci karena pasti anda sudah tahu tentang ini. Intinya bagaimana web anda bisa dilink oleh web lain yang topiknya sejenis kalau bisa, tapi kalau enggak juga gak apa-apa. Dari pengalaman yang saya liat selama ini link yang tidak setopik memang kurang greget, tapi cukuplah untuk nambah-nambah poin untuk ningkatin pagerank. Demikian juga dengan blog walking, yakni dengan memberikan komentar yang tentunya baik dan relefan dengan topik di sejumlah blog dengan harapan mendapatkan tautan balik ke web kita.

Membuat Menu DropDown

Membuat ChatBox



Chatting Box

Membuat Chatting Box di Blog:   
1. Login Ke Blogger   
2. Ke Bagian tidak masuk tata letak   
3. KLIK tambah gadget   
4. Hold down Ctrl key Html / Javascript   
5. Lalu copas Kode di Bawah Ini

 <style> # HCR { position: fixed; atas: 100px; z-index: +1000; } * html # HCR {position: relative;} . hcrtab tidak mengulang; } . hcrcontent {float: left; border: 2px solid # 008232; background: # f3f6f7; padding: 10px; } . hc-kredit {font-size: 9px} hc-kredit {text-decoration:. none} </ style> <script type="text/javascript"> showHidehcr function () { var HCR = document.getElementById ("HCR"); var w = hcr.offsetWidth; hcr.opened? movehcr (0, 30-w): movehcr (20-b, 0); hcr.opened = hcr.opened;! } fungsi movehcr (x0, xf) { var HCR = document.getElementById ("HCR"); var dx = Math.abs (x0-xf)> 10? 5: 1; var dir = xf> x0? 1: -1; var x = x0 + dx * dir; hcr.style.right = x.toString () + "px"; jika (x0! = xf) {setTimeout ("movehcr (" + x + "," + xf + ")", 10);} } </ script> <br /> <div id="hcr"><div class="hcrtab" onclick="showHidehcr()"> </ div> <div class = " hcrcontent "><div id="cboxdiv" style="text-align: 0; text-align: center;"> <div> <iframe allowtransparency = "yes" frameborder = "0" height = "305" id = " cboxmain5-709403 "marginheight =" 2 "marginwidth =" 2 "name =" cboxmain5-709403 "scrolling =" auto "src =" http://www5.cbox.ws/box/?boxid=709403&boxtag=7t4jh5 & sec = main "style =" border: 0px solid; "width =" 200 "> </ iframe> </ div> <div> <iframe allowtransparency = "yes" frameborder = "0" height = "75" id = " cboxform5-709403 "marginheight =" 2 "marginwidth =" 2 "name =" cboxform5-709403 "scrolling =" no "src =" http://www5.cbox.ws/box/?boxid=709403&boxtag=7t4jh5 & detik = bentuk "style =" border-top: 0px; border: 0px solid; "width =" 200 "> </ iframe> </ div> </ div> <br /><div class = "hc-kredit" > <span style="float: justify;"> <a href="http://www.monggomampir123.blogspot.com/" target="_blank"> OLEH Monggo Mampir </ a> </ span> <p style = "float: right;"> <a href="javascript:showHidehcr()">TUTUP </ a> </ span> </ div> </ div> </ div> <jenis script = "text / javascript" > var HCR = document.getElementById ("HCR"); . hcr.style.right = (30-hcr.offsetWidth) toString () + "px"; </ script> 

Powered By Blogger